Did it right?

at 6:24 AM on 27 January 2010  |  filled under , ,

Alkisah.. ada seorang mahasiswi kampus Pencerahan yang ingin menyelesaikan studi dikampus tercintanya.. Perjalanannya tinggal sedikit lagi yaitu menyelesaikan TA dan KP. Namun hampir saja TA yang sudah diambang pintu harusgagal atau delay atau ngulang karena KP yang gak jelas.Ia diancam gak bisa pendadaran karena KP belom selesai, tapi gimana mau selesai kalo KP nya saja dipersulit oleh
orang bersangkutan..

(Dulu - secara garis besarnya)
Pembimbing : "Ada apa?"

Mahasiswi : "Mau bimbinganmu.."

Pembimbing : "Wah, kamu ngulang ya.. udah lama juga.."
Mahasiswi : "Iya bu, lha saya dapet perpanjangan kontrak.. trus gimana bu?"
Pembimbing : "Ya ngulang, tapi topiknya ditambahin agar ga sesimple itu"

Mahasiswi : "Lho bukannya KP itu yang penting kerja prakteknya bu?"

Pembimbing : "Iya, tapi ya kalo cuma disen header dan button dengan flash kayaknya kurang

terakhir kamu ngurusin apa di tempat magang kamu?"

Mahasiswi : "Upload berita dan translasi ke bahasa indonesia bu"

Pembimbing : "Ya sudah, ditambahi itu aja."

Mahasiswi : "Baik bu"

Kemudian selang beberapa lama, Mahasiswi tersebut mengajukan ujian karena laporan sudah di ACC oleh pembimbingnya ke penguji..

Penguji : "Ya mbak?"

Mahasiswi : "Mau daftar ujian bu.."

Penguji : "Coba lihat laporannya.."
Mahasiswi : "Ini bu, silahkan.."

Penguji : "Lho, ga bisa. Ini saya tolak, karena topik ini gak masuk ke kategori KP"

Mahasiswi : "Lho, pembimbing saya sudah ACC tu bu?"

Penguji : "Ya pembimbingmu harusnya tau itu.."

Setelah debat lama akhirnya keputusan tetap ditolak namun untung saja TA tetap berjalan meski KP belum ujian, tentunya dengan kebijaksanaan dari beberapa dosen yang bersangkutan. Namun belom selesai karena KP belom juga kelar..

Suatu saat ketika Mahasiswi meminta solusi dari Pembimbing, sang Mahasiswi malah dituduh `nodong` karena meminta kejelasan masalah KP nya. Sekarang apa salah, jika mahasiswi meminta kejelasan masalah
KP nya jika memang Pembimbingnya seperti itu. Akhirnya, mungkin juga karena sudah jenuh dikejar-kejar, Pembimbing itu mulai berbicara..

Pembimbing : "Ya sudah, kamu turutin apa kata pengujimu saja. Itu sudah
jadi urusan kamu dengan pengujimu."

Mahasiswa : "Berarti saya harus gimana bu? Ganti judul atau gimana?"

Pembimbing : "Ya itu terserah kamu, yang jelas saya sanksi kalo kamu
bisa menyelesaikan ini dalam waktu 3 hari."

Mahasiswi : "Lha bu penguji meminta saya mengembangkan dari KP
saya yang lama bu."

Pembimbing : "Ya udah itu saja."

Nah, ini yang sangat disayangkan, ketika jatah waktu masih lama sang dosen Pembimbing bilang itu terserah sang Mahasiswi mau ganti topik atau enggak. Tapi setelah waktu hanya tinggal 3 hari baru beliau yang terhormat bilang bahwa mending nurutin apa yang diminta sang dosen Penguji, apa itu bukan namanya mempermainkan waktu sang Mahasiswi dimana seharusnya dia bisa mengerjakan apa yang diminta sang Penguji jika sang Pembimbing mengatakannya dari awal.

Dan yang saya sangat sayangkan, kalau melihat dari percakapannya sang Pembimbing ingin melarikan diri dari tanggung jawab. Karena menurut saya ini tidak murni kesalahan mahasiswi, ini juga kesalahan
sang Pembimbing. Jika memang judul sang Mahasiswi ini tidak akan diterima kenapa tidak dijelaskan di awal ketika penentuan judul, apakah sang Pembimbing benar2 berkompeten dalam hal ini, dan lagi, kenapa ketika sang Mahasiswi ini judulnya ditolak dari Penguji tidak ada solusi dan atau keringanan bagi Mahasiswi
tersebut.

Saya benar-benar tidak habis pikir, ternyata ada juga dosen yang hanya makan gaji buta. Dalam artian bahwa ada dosen yang dipilih sebagai pembimbing namun tidak bekerja layaknya pembimbing..

copied directly from forum ini

0 komentar:

Post a Comment

thanks for comment(s)..

but if you don't have any kind of openID account
please, fill the name and website textbox, it's helpin' me to know who's leaving a comment(s) on my post...

My Tweets

Just ordinary blog which care about everything.

Archive